Wednesday, April 13, 2016

Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMP Pluit Raya

Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar di SMP Pluit Raya dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia



Kelas               : LE53
Dosen              : Yustinus Suhardi Ruman
Waktu             : Rabu, 13 April 2016
Pukul               : 09.30-10.30 WIB
Lama kegiatan : 1 jam
Lokasi             : SMP Pluit Raya
Jalan Jembatan Tiga No. 1, Penjaringan, DKI Jakarta, 14440
PIC                  : Agus Triyadi, S.E. (021-6631914)

Tim yang hadir :
Ketua  : Lenny Yapananda Samudra - 1801373914
Anggota :
1.        Steffi - 1801376014
2.        Cornellius Ricky Adryanus Sulaiman - 1801378240
3.        Melvin Anggriawan - 1801376475
4.        Yenly - 1801428415
5.        Diana Natalia Chandra - 1801395511
6.        Dewi Mardiana - 1801397353
7.        Gerald Maryo - 1801434960

Tim yang tidak hadir   : -

Kiri ke kanan: Cornellius-Diana-Gerald-Dewi-Melvin-Steffi-Lenny-Yenly

Kiri ke kanan: Diana-Dewi-Gerald-Cornellius-Yenly-Steffi-Lenny-Melvin

Sosialisasi penyalahgunaan KJP di SMP Pluit Raya sudah dijadwalkan pada hari Kamis, 7 April 2016. Namun, pada hari H saat kami datang ternyata sekolah sedang diliburkan untuk hari tenang. Kami pun segera menghubungi lagi Bapak Agus Triyadi selaku Kepala SMP Pluit Raya untuk membuat jadwal. Kami menyepakati hari Rabu, 13 April 2016.
Untuk melakukan sosialisasi penyalahgunaan KJP ke SMP Pluit Raya, kelompok kami pun melakukan beberapa persiapan. Yang pertama yaitu membagi tugas dan membuat slide materi presentasi. Yang kedua yaitu mencetak form evaluasi untuk dibawa pada saat melakukan sosialisasi. Yang ketiga yaitu mencetak soal untuk pre-test dan post-test, menyediakan lembar jawaban, dan membawa laptop. Dan yang keempat, kami pun melakukan koordinasi internal melalui group line.
Pada tanggal 13 April 2016, anggota yang berangkat bersama-sama dari BINUS sudah berkumpul pada pukul 08.00. Kami menyempatkan diri untuk membeli snack berupa biscuit untuk dibagikan kepada siswa-siswi peserta sosialisasi. Setelah itu, kami pun menyewa mobil melalui aplikasi online untuk mencapai lokasi. Tepat pada pukul 08.30 kami memulai perjalanan. Tidak terasa 30 menit telah berlalu. Kami pun tiba di SMP Pluit Raya pada pukul 09.00. Bapak satpam kembali menyambut kami dengan ramah. Karena sudah mengenali kami, beliau langsung mengizinkan kami masuk tanpa mengisi buku tamu terlebih dahulu. Tidak berapa lama, anggota yang menggunakan kendaraan pribadi pun tiba. Kami segera menuju lantai 2 untuk menemui Bapak Agus Triyadi di ruangannya.
Di lantai 2, kami bertemu dengan guru piket. Guru piket tersebut sudah mengetahui rencana kedatangan kami. Kami dipersilahkan untuk segera menuju ruang kepala sekolah. Kami pun bertemu dengan Bapak Agus Triyadi, S.E., kepala SMP Pluit Raya dan memberikan salam. Kami dipersilakan duduk dan mulai berbincang-bincang dengan beliau. Beliau bertanya mengenai teknis pelaksanaan dan materi sosialisasi. Kami pun menjelaskan bahwa kami sudah menyiapkan slide presentasi dan materinya terdiri dari pengenalan KJP, pre-test, cara penggunaan KJP, barang-barang yang boleh dibeli dengan KJP, larangan penggunaan KJP, kasus penyalahgunaan KJP, sanksi penyalahgunaan KJP, dan diakhiri dengan post-test. Setelah itu, beliau meminta bantuan kepada guru piket untuk mengumpulkan siswa-siswi penerima KJP ke dalam satu ruangan. Berhubung penerima KJP di SMP Pluit Raya hanya 16 orang, beberapa siswa yang tidak menerima KJP pun diperbolehkan untuk mengikuti sosialisasi.



Suasana sosialisasi penyalahgunaan KJP

Pukul 09.30 kami pun masuk ke ruang kelas dan menyiapkan slide. Pembukaan dibawakan oleh Gerald dengan menjelaskan maksud kedatangan kami dan memperkenalkan diri. Materi pertama mengenai pengenalan KJP dibawakan oleh Diana. Kami juga menyiapkan satu buah video mengenai KJP. Peserta sosialisasi menonton video tersebut dengan seksama. Setelah materi pertama selesai, dilanjutkan dengan pre-test yang dibawakan oleh Gerald. Pre-test bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para siswa mengenai KJP. Soal dan lembar jawaban pun dibagikan. Para siswa mengerjakan soal dengan baik. Dari 16 siswa, 15 siswa mendapatkan nilai 100 dan hanya 1 siswa yang mendapatkan nilai 20.
Materi dilanjutkan dengan penjelasan cara penggunaan KJP oleh Lenny dan barang-barang yang boleh dibeli dengan dana KJP oleh Steffi. Setelah itu, Ricky menjelaskan mengenai kasus-kasus penyalahgunaan KJP dan Melvin menjelaskan mengenai larangan bagi pengguna KJP. Materi selanjutnya dibawakan oleh Yenly mengenai sanksi penyalahgunaan KJP dan memberikan contact untuk SMS pengaduan apabila menemui teman yang menyalahgunakan KJP. Sosialisasi diakhiri dengan post-test yang dibawakan oleh Dewi. Setelah selesai mengerjakan, setiap soal dibahas bersama-sama. Hasilnya sangat memuaskan di mana 15 orang mendapatkan nilai 100 dan 1 siswa mendapatkan nilai 60. Hal ini menunjukkan bahwa ada para siswa memahami materi yang disampaikan dan ada peningkatan pemahaman mengenai KJP.



Pre-test dan post-test

Kami pun mengucapkan terima kasih kepada peserta sosialisasi atas kerja samanya dan membagikan biscuit kepada semua peserta sosialisasi. Tidak lupa, kami pun berfoto ria. Akhirnya, kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam sosialisasi kali ini dan undur diri.  Setelah sosialisasi selesai, kami menuju ruang kepala sekolah dan meminta Bapak Agus untuk mengisi form evaluasi. Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dan pamit untuk pulang.

Para peserta sosialisasi senang mendapatkan snack

Bapak Agus Triyadi mengisi form evaluasi

Form evaluasi

Hasil kegiatan :
  • Sudah melakukan sosialisasi penyalahgunaan KJP pada Rabu, 13 April 2016.
  • Sudah melakukan pre-test dan post-test kepada 16 penerima KJP.
  • Sosialisasi dilaksanakan pada pukul 09.30-10.30.
  •  Jumlah peserta sebanyak 26 orang.
  • Hanya menggunakan satu ruang kelas.
  •  Menggunakan slide presentasi.



Monday, March 28, 2016

Izin Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar di SMP Pluit Raya

Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar di SMP Pluit Raya dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia




Kelas               : LE53
Dosen              : Yustinus Suhardi Ruman
Waktu             : Rabu, 23 Maret 2016
Pukul               : 08.00-09.00 WIB
Lama kegiatan : 1 jam
Lokasi             : SMP Pluit Raya
Jalan Jembatan Tiga No. 1, Penjaringan, DKI Jakarta, 14440
PIC                  : Agus Triyadi, S.E. (021-6631914)

Tim yang hadir :
Ketua  : Lenny Yapananda Samudra - 1801373914
Anggota :
1.        Steffi - 1801376014
2.        Cornellius Ricky Adryanus Sulaiman - 1801378240
3.        Melvin Anggriawan - 1801376475
4.        Yenly - 1801428415
5.        Diana Natalia Chandra - 1801395511
6.        Dewi Mardiana - 1801397353
7.        Gerald Maryo - 1801434960

Tim yang tidak hadir   : -

Kiri ke kanan: Gerald-Steffi-Lenny-Cornellius-Dewi-Yenly-Melvin-Diana


Pada semester 4 ini, kami mendapatkan mata kuliah Character Building Agama. Mata kuliah ini membahas mengenai bagaimana cara kita mengimani Tuhan sesuai dengan agama kita masing-masing. Yang perlu kita perhatikan adalah apakah kita sudah menjalankan hidup ini sesuai dengan nilai-nilai keagamaan? Sebab, iman tanpa perbuatan sama saja dengan nihil. Kita perlu mengetahui teori sebagai pondasi dalam membangun iman kita. Namun, perbuatan atau realisasi di dalam kehidupan kita sehari-hari jauh lebih penting karena secara tidak langsung kita telah menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih baik. Contohnya, penerapan Kartu Jakarta Pintar merupakan salah satu usaha dalam membantu sesama terutama anak didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya KJP akan sangat membantu meringankan beban Saudara/i kita di luar sana. Oleh karena itu, kelompok kami sangat antusias dalam menjalankan sosialisasi Kartu Jakarta Pintar untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan bijaksana.
Untuk melakukan perizinan ke SMP Pluit Raya, kelompok kami pun melakukan beberapa persiapan. Yang pertama yaitu tentu saja dengan mengambil surat jalan dari Dinas Pendidikan dan BINUS University di kantor Teach For Indonesia sebagai bukti bahwa benar kami adalah volunteer dalam pelaksanaan sosialisasi Kartu Jakarta Pintar. Setelah surat ada di tangan kami, tidak lupa kami pun meminta tanda tangan dosen pembimbing kami yaitu Bapak Yustinus. Yang kedua yaitu mencetak form evaluasi untuk dibawa pada saat melakukan perizinan. Yang ketiga yaitu menelpon SMP Pluit Raya untuk membuat janji pada hari Rabu, 23 Maret 2016 pukul 09.00. Kami mencari nomor telepon SMP Pluit Raya melalui internet sebab tidak ada di dalam database yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Dan yang keempat, kami pun melakukan koordinasi internal melalui group line mengenai transportasi untuk mencapai SMP Pluit Raya. Sebagian besar berangkat bersama-sama dari BINUS sedangkan beberapa langsung menuju lokasi.
Pada hari H, anggota yang berangkat bersama-sama dari BINUS sudah berkumpul pada pukul 07.00. Kami pun menyewa mobil melalui suatu aplikasi online untuk mencapai lokasi. Tepat pada pukul 07.15 kami memulai perjalanan. Di dalam mobil, kami pun membahas sedikit mengenai teknis perizinan sosialisasi Kartu Jakarta Pintar ini. Tidak terasa 30 menit telah berlalu. Kami pun tiba di SMP Pluit Raya pada pukul 07.45. Bapak satpam menyambut kami dengan ramah dan menanyakan maksud kedatangan kami. Kami pun menjelaskan bahwa kami ingin bertemu dengan Bapak Agus Triyadi selaku kepala SMP Pluit Raya dan mengisi buku tamu serta diberikan name tag tamu. Tidak berapa lama, anggota yang menggunakan kendaraan pribadi pun tiba. Kami segera menuju lantai 2 untuk menemui Bapak Agus Triyadi di ruangannya.
Di lantai 2, kami bertemu dengan guru piket dan kembali mengisi buku tamu. Setelah itu, kami dipersilahkan untuk menuju ruang kepala sekolah. Kami pun bertemu dengan Bapak Agus Triyadi, S.E., kepala SMP Pluit Raya dan memberikan salam. Kami dipersilakan duduk dan mulai berbincang-bincang dengan beliau. Pertama-tama, kami pun menyampaikan surat tugas dari Dinas Pendidikan dan TFI serta menjelaskan lebih lanjut mengenai maksud kedatangan kami yaitu sosialisasi penyalahgunaan KJP. Beliau terlihat sangat antusias dan berbagi banyak pengetahuan kepada kami.
 Beliau mengatakan bahwa pada saat ini penerima KJP di SMP Pluit Raya ada sekitar 37 siswa. Sedangkan penerima KJP yang sedang diajukan sebanyak 90 siswa. Beliau menjelaskan kepada kami mengenai tata cara dalam pengajuan KJP dengan sangat lengkap. Beliau juga mengetahui dengan detail mengenai penggunaan KJP yang diperbolehkan untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah seperti buku, seragam, kacamata, hingga kudapan bergizi. Selain itu, beliau mengungkapkan harapannya semoga dengan adanya Kartu Jakarta Pintar bisa membuat siswa/i di Jakarta menjadi pintar. Jangan sampai para siswa terlena dengan kemudahan yang diberikan dan justru menyalahgunakan dana yang telah disediakan oleh pemerintah. Beliau menyayangkan masih ada banyak tindakan penyalahgunaan KJP seperti oknum yang membantu untuk mencairkan KJP dalam bentuk tunai. Maka, diperlukanlah suatu sosialisasi mengenai KJP agar para siswa mengetahui dan bisa menggunakan KJP secara tepat guna.
Kami pun bertanya kepada Bapak Agus mengenai tanggal yang bisa digunakan untuk melaksanakan sosialisasi penyalahgunaan KJP. Beliau melihat kalender yang ada di mejanya. Beliau mengatakan bahwa minggu ini para siswa sedang ujian praktek. Minggu depan para siswa akan ujian tengah semester. Sehingga didapatlah hari Kamis, 7 April 2016 sebagai tanggal pelaksanaan. Kami menyetujuinya dan sepakat untuk melaksanakan sosialisasi pada pukul 09.30, tepat setelah jam istirahat para siswa. Beliau mengatakan bahwa pada hari H, beliau sedang berada di luar negri sehingga kami pun diberikan contact beliau dan contact guru piket pada hari H untuk mempermudah koordinasi.
Sebelum menutup kegiatan pada hari ini, kami pun meminta Bapak Agus untuk mengisi form evaluasi. Beliau membaca setiap point yang ada di form evaluasi dengan teliti. Untuk point pertama mengenai kehadiran tepat waktu, kami datang 1 jam lebih awal dari yang dijanjikan untuk menghindari kemacetan sehingga Bapak Agus pun menuliskan bahwa kami tidak tepat waktu dengan catatan bahwa kami sudah melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah. Selanjutnya, kami dinilai berlaku sopan dan santun, bahkan dikatakan sangat sopan oleh beliau. Kemudian terkait atribut mahasiswa, beliau melihat kami semua menggunakan almamater dan mengecek apakah kami semua membawa ID Binusian, kami pun segera memperlihatkan ID Binusian kami masing-masing. Selain itu, kami juga dinilai menggunakan pakaian yang sopan (menggunakan pakaian yang tertutup dan sepatu) serta menjalankan tugas dengan baik. Untuk saran, beliau menuliskan kerjakan tugas sesuai dengan SOP. Pengisian form evaluasi pun diakhiri dengan tanda tangan Bapak Agus dan cap sekolah.

Kiri ke kanan: Cornellius-Dewi-Diana-Steffi-Bapak Agus-Lenny-Yenly-Gerald-Melvin

Sebagai penutup, kami pun meminta foto bersama dengan Bapak Agus. Bapak Agus sangatlah baik, ramah dan berpengetahuan luas. Beliau juga sering bercanda tawa dengan kami. Kami senang bisa berbagi cerita dengan beliau. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00. Kami pun pamit dan mengucapkan terima kasih kepada beliau.

Form evaluasi

Hasil kegiatan :
  • Sudah mendapatkan izin untuk melakukan sosialisasi penyelahgunaan KJP.
  •  Sudah mendapatkan contact PIC pada hari H.

Kesimpulan :
  • Sosialisasi diadakan pada Kamis, 7 April 2016.
  •  Sosialisasi diadakan pada jam 09.30.
  • Jumlah peserta sebanyak 37 orang.
  • Hanya menggunakan satu ruang kelas.
  • Tiap kelas memiliki proyektor.

Next to do :
  • Datang tepat waktu sesuai yang dijanjikan.
  • Menyiapkan materi dengan baik.

Monday, March 7, 2016

KJP itu apa sih?


Halo semuanya! Kita tentu sudah sering mendengar mengenai KJP atau Kartu Jakarta Pintar. Nah, apakah kalian sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan KJP itu? Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Manfaat dan dampak positif yang diharapkan dari siswa penerima KJP, antara lain :
  • Seluruh warga DKI Jakarta menamatkan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK
  • Mutu pendidikan di Provinsi DKI Jakarta meningkat secara signifikan
  • Peningkatan pencapaian target Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar dan menengah

Siswa miskin adalah peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud mencakup : seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya ekstrakurikuler. Berdasarkan pengertian tersebut, maka untuk kepentingan pemenuhan kriteria program pemberian BPSM bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA melalui Kartu Jakarta Pintar Tahun Anggaran 2015 sebagai berikut: 
  • Tidak merokok dan atau mengkonsumsi narkoba
  • Orang tua tidak memiliki penghasilan yang memadai
  • Menggunakan angkutan umum
  • Daya beli untuk sepatu dan pakaian seragam sekolah/pribadi rendah
  • Daya beli untuk buku, tas, dan alat tulis rendah
  • Daya beli untuk konsumsi makan/jajan rendah
  • Daya pemanfaatan internet rendah
  • Tidak dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi mengeluarkan biaya.
Butuh informasi lebih lengkap? Silakan cek di http://www.kjp.jakarta.go.id :)